Tag Archives: ibu

Susu Kaleng…,Susu Sapi!

Dengan menggendong bayinya yang masih sangat lemah dan kecil, ibunda Aminah menanyakan kepada beberapa wanita apakah mereka mau menyusui anaknya, Muhammad, dan rata- rata mereka mengajukan harga yang mahal, katanya; “boleh saja tapi harganya sekian dan sekian…” sejenak bunda Aminah terdiam, betapa mahalnya harga yang harus dibayar kepada ibu susu bagi anak tercintanya itu, dan rupanya, pada hari terakhir bunda Aminah berdoa yang didengar oleh Allah, sehingga dipertemukanlah beliau dengan seorang wanita yang kurus kering, dengan menggendong anak yang kurus juga, sejenak bunda Aminah ragu-ragu, apakah mampu wanita kurus kering yang kemudian diketahui namanya Halimah  Tusadiyah menyusui bayinya, sedangkan bayi yang ada dalam gendongannya sendiri begitu kurus. Tetapi akhirnya bayi Muhammad yang dikemudian hari menjadi Nabi besar dan Nabi terakhir disusui oleh bunda Halimah Tusadiyah.

Ibu bercerita dengan sangat serius mengenai ibu susunya Nabi Muhammad, tentu saja anak-anak tak terbayang ibu susu itu seperti apa, apakah ibu-ibu yang menjual susu dan juga tak terbayang bila ada anak yang disusui oleh ibu orang lain.
“Rasanya gak enak ya bu, berada dipelukan ibu-ibu lain yang bukan ibu kita sendiri apalagi musti minum susu dari ibu yang lain bukan ibu kita sendiri, apalagi bila sang ibu susu itu memiliki anak lain, pasti kita tidak disayang ya bu,” demikian anak-anak mengajukan pertanyaan yang diangguki oleh ibu dengan senyum-senyum.
“Ya,nak… kadang-kadang ibu susu itu diperlukan bagi ibu-ibu yang punya anak bayi tapi tidak dapat menyusui anaknya karena faktor kesehatan, sehingga air susunya tidak keluar, yaa kalau jaman sekarang tidak dikenal susu dari ibu susu, yang dikenal adalah…”  “susu Kaleng” demikian serempak anak-anak menyeru, susu kaleng adalah susu sapi yang dibentuk menjadi bubuk dan dimasukkan dalam kaleng, maka itu, wajarlah bila anak-anak suka berteriak-teriak seperti sapi, dan dengan suara yang tidak jelas, hehe…demikian ledek kakak pada adik-adiknya yang semua tersenyum membayangkan bahwa ibu susunya adalah sapi yang berwujud kaleng susu. Continue reading

Ibu…, Sekolah Pertama Untuk Sang Buah Hati

Tidak ada sekolah yang terindah selain di rumah. Ya, sebenarnya sekolah yang sesungguhnya adalah di rumah, karena dari rumahlah, pertama kali seeorang anak mengenal bahasa, seorang anak mengenal arti cinta dan berbagi, serta bagaimana mereka bersikap adalah hasil dari pembelajaran dari rumah.

Dalam suatu pertemuan dengan orang tua dan guru, suatu hari aku menjadi pendengar, dan dalam sebuah dialog, ada seorang ibu yang mengungkapkan seperti ini : “Pak, saya ini ibu yang bekerja, dan saya sudah menyerahkan seluruhnya kepada sekolah dan saya sudah memenuhi semua administrasi sekolah ini tanpa pernah sekalipun saya terlambat atau terlupa, jadi tolonglah anak-anak…, ketika pulang jangan bebani mereka lagi dengan PR, karena saya tak ada waktu menemani mereka buat PR.

Masya ALLAH, seringkali orangtua lupa, bahwa sebenarnya tugas mendidik adalah ditangan orangtua. Sekolah hanyalah membantu suatu proses pendidikan yang terbingkai aturan dan bersifat formal, dan sesungguhnya pengajaran dan pendidikan yang utama adalah dari seorang ibu : al madrastul ummahat; pendidikan yang utama adalah dari seorang ibu.

Siapakah didunia ini makhluk yang paling sayang pada anaknya? Siapakah di dunia ini orang yang paling tahu mengenai sifat anaknya, kesukaan anaknya dan juga kebiasaan anaknya? Semuanya adalah ibu, dia yang paling kenal anaknya, setelah 9 bulan dalam kandungan, melekat bersama dan kemana–mana dibawa, bahkan ke kamar mandi sekalipun. Tentu saja setelah lahirpun, anak-anak tetap mengenali ibunya sebagai bagian terdekat dalam hidupnya setelah dirinya sendiri.

Maka…, untuk anda dan saya sendiri sebagai seorang Ibu, memang sangat berat menjaga amanah dari Alloh untuk mendidik dan membesarkannya.  Kita harus selalu mau belajar tentang masalah pendidikan anak-anak. Kiranya… kita perlu sekolah khusus untuk para orangtua terutama Ibu. Karena Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya.