Category Archives: Pasutri

Ternyata Harus Lebih Sering Dialog Antara Ayah & Anak

Pernah dengar istilah Ayah “BISU” kan… Maksudnya bukan dalam arti bisu yang sebenarnya. Kata bisu disini merupakan fenomena ayah yang lebih banyak diam, asyik dengan kesibukannya bekerja sampai menganggap urusan anak itu diurus oleh istrinya saja. Jarang banget ngobrol sama anak. Bersikap kurang peduli dan pokoknya kalau urusan sekolah anak-anak atau menghadiri kegiatan acara parenting, lebih didominasi oleh kaum ibu.

Padahal para ahli parenting sepakat, bahwasanya pendidikan anak dan keluarga tidak hanya menjadi tugas sang ibu. Tetapi juga dituntut peran Ayah sebagai pemimpin dan kepala keluarga. Dengan menjadikan Al Quran sebagai pedoman sumber utama dalam setiap lini kehidupannya. Kita pasti sudah tidak asing dengan kisah Luqman Al Hakim berdialog bersama anaknya. Sampai dijadikan nama surat dalam Al Qur’an, yaitu surat Luqman.

Para Ayah yang baik, akan sentiasa termotivasi untuk terus belajar mengenai parenting. Karena soal dialog antara ayah dan anak ini, didalam Al-Qur’an pun sudah dibahas. Berdasarkan hasil penelitian dan karya tulis dari Sarah binti Halil bin Dakhilallah al-Muthiri. Beberapa dialog antara Ayah dan anaknya (sebanyak 14 kali). Sedangkan dialog ibu dan anaknya (sebanyak 2 kali) saja. Yaitu dalam QS. Maryam : 23 – 26 (kisah dialog Maryam dengan janinnya). Dan QS. Al-Qashash : 11 (kisah dialog Ibu Musa dengan anak perempuannya).

Beliau menuliskan 14 tempat dalam Al Qur’an yang berisi dialog ayah dengan anaknya. Perinciannya sebagai berikut:

1. QS. Al Baqarah 130 – 133 (kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya dan dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya).
2. QS. Al An’am : 74 (kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya).
3. QS. Hud : 42 – 43 (kisah dialog Nabi Hud As dengan anaknya).
4. QS. Yusuf : 4 – 5 (kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya).
5. QS. Yusuf : 11 – 14 (kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya).
6. QS. Yusuf : 16 – 18 (kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya).
7. QS. Yusuf : 63 – 67 (kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya).
8. QS. Yusuf : 81 – 87 (kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya).
9. QS. Yusuf : 94 – 98 (kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya).
10. QS. Yusuf : 99 – 100 (kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya).
11. QS. Maryam : 41 – 48 (kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya).
12. QS. Al-Qashash : 26 (kisah dialog Syaikh Madyan dengan anak perempuannya).
13. QS. Luqman : 13 – 19 (kisah dialog Luqman dengan anaknya).
14. QS. Ash-Shaffat : 102 (kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan anaknya).

Subhanallah…ternyata dialog antara ayah dengan anaknya, jauh lebih banyak dan lebih sering daripada dialog antara ibu dengan anaknya. Fenomena jaman now justru banyak muncul ayah ‘bisu’ dalam rumah. Dan memang inilah salah satu yang menyebabkan munculnya masalah dalam pendidikan anak.

Sebagian besar para ayah seringkali kehabisan tema pembahasan (tema ngobrol) dengan anak-anaknya. Bahkan ada yang bisanya hanya bagian marah-marah saja di rumah. Selalu menghakimi karena menganggap dirinya sebagai hakim dalam keluarga, menjaga kewibawaan dengan sangat kaku.

Mari para Ayah yang baik, coba kita renungkan bersama pasangan. Pelajari pembahasan mengenai parenting yang sudah banyak bisa diakses dengan mudah. Bahkan pedoman kita Al-Qur’an pun seakan ingin menyeru kepada semua para ayah: “Wahai Ayah, berdialoglah dengan anak. Harus lebih sering dibanding ibu, yang memang sehari-harinya lebih sering di rumah bersama anak”. Dan…jangan sampai Ayah menjadi seorang ayah bisu!!

Advertisements

Memahami & Mempersiapkan Status Janda

Bagi kebanyakan wanita, tentu amat sangat takut dengan kata “JANDA”. Entah itu pada wanita lain yang berstatus janda, apalagi jika takdir memaksanya jadi berstatus janda. Status pernikahan yang telah berakhir, karena perpisahan kematian atau perceraian, otomatis siap atau tidak, kata Janda akan melekat di status identitasnya.

Oiya, pernahkah kita coba merenungkan…;
Bagaimana rasanya sendiri?
Bagaimana rasanya sepi?
Bagaimana menahan airmata?
Bagaimana harus melakukan pekerjaan pria?
Jika belum….maka, jangan hina & remehkan mereka yang berstatus janda..

Wanita yang harus mencari nafkah untuk dirinya dan anak-anaknya itu tidak mudah. Ditambah harus mendidik dan menjaga anaknya sendiri itu pun sangat tidak mudah.
Wanita yang harus bisa menjaga keseimbangan antara tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga dan menjaga kehormatan diri itu teramat sangat tidak mudah.

Mari, sadarilah…wanita kan tidak selamanya tetap bersuami. Ada saatnya harus berganti status, dengan penyebab yang berbeda..
Ada yang harus berpisah karena faktor batas usia (kematian), ada pula yang dikarenakan sikap tak bertanggungjawabnya laki-laki.
Jadi, ada saatnya nanti harus hidup sendiri, dituntut mandiri dan tegar demi masa depan anak-anak. Siapkah kita…???

Wanita berstatus janda, dengan “kesendirian” harus melakukan banyak hal..
Yang seharusnya itu bukan hanya tanggungjawabnya…
Maka semua butuh proses lebih.. Dan hanya bisa berserah diri pada-Nya.. Isilah hari-harimu dengan ayat-ayat-Nya. Sentiasa berpegang pada pedoman AlQuran. Karena keimanan & Ketaqwaan yang akan membantu kita untuk bisa menjalaninya. Maka..SABAR..SABAR.. dan SABAR..

 

Saat Tulang Rusuk Harus Menjadi Tulang Punggung

Banyak sekali kisah wanita tangguh, yang sudah dianggap biasa terjadi disekitar kita dalam kehidupan jaman now. Dimana sosok istri yang sebenarnya merupakan tulang rusuk dari seorang suami, harus bermetamorfosis menjadi tulang punggung.

Di dalam Al Qur’an dijelaskan, Alloh menciptakan wanita dari tulang rusuk lelaki, untuk menjadi bagian hidup suaminya. Memang tulang rusuk itu bengkok, maka hendaklah senantiasa perlu dibimbing dengan lemah lembut supaya tidak patah. Wanita itu harus dilindungi, dijaga sebaik-baiknya penuh cinta.

Jadi, terlalu berat bila ia harus menjadi tulang punggung juga. Jika tetap dipaksakan, maka anak-anak dan masa depan keluargamu akan berantakan. Anak-anak akan terbengkalai pendidikannya, dan bisa jadi tidak sesuai fitrah peradabannya kelak. Karena pasti akan sangat lelah berperan ganda, menjadi istri dengan segudang tugasnya di rumah, ditambah harus bekerja diluar rumah menjadi tulang punggung juga.

Para suami…coba ingatlah, peran istri bertaruh nyawa saat melahirkan anak-anak buah cinta kalian itu, yang merasakan sakit yang teramat sangat, seakan telah diremukan seluruh tulang dan memutus saraf-saraf dalam tubuhnya. Antara hidup dan mati, para istri berjuang demi kelahiran generasi pewaris keluargamu kelak.

Jadi, bagi laki-laki…berperanlah sebagai lelaki tangguh. Jangan bergantung pada penghasilan yang didapat oleh isteri mu. Kembalikan peran wanita sebagai tulang rusukmu. Yang akan menjaga dan melindungi organ penting dalam hidupmu, yaitu buah hatimu. Mendidik anak  yang menjadi penerus silsilah keluargamu.

Mengenal & Memahami Zona Nyaman Bagi Laki-Laki

Zona nyaman adalah perasaan tenang dan merasa nyaman dalam suatu lingkungan/hubungan terdekat di sekitarnya. Termasuk yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi, lahir dan batin, yang sudah menjadi bagian hidupnya. Biasanya, bagi laki-laki normal setelah memiliki pasangan halal (memiliki istri), hatinya akan memasuki zona nyaman tersebut.

Ketika sudah memasuki zona nyaman tadi, maka laki-laki merasa bisa fokus pada hal lain dalam hidupnya. Tanpa harus memusingkan lagi urusan mencari pasangan hidup. Ia bisa lebih fokus pada karier, pekerjaan, organisasi, hobi, dll… Laki-laki pun meyakini bahwa isterinya juga nyaman berada di sampingnya.

Padahal, jika kurang memahami perbedaan otak laki-laki dan perempuan ini, akan menimbulkan kesalahfahaman antara pasutri. Karena sikap saling sibuk dan asyik mengerjakan urusan masing-masing, ini merupakan sebuah kedamaian dan kebahagiaan tersendiri bagi beberapa kalangan laki-laki.
Maka laki-laki terkesan berubah menjadi lebih cuek setelah menikah, padahal itu artinya dia sudah merasa nyaman dan stabil dengan isterinya itu.

Sikap seperti inilah yang oleh kebanyakan isteri disebut sebagai tidak romantis dan tidak peduli. Di mata isteri, suami kehilangan romantisme setelah berumah tangga, apalagi ketika sudah menempuh masa yang panjang.
Padahal si suami merasa tidak ada yang berubah dari dirinya. Bahkan dia merasa sudah sedemikian nyaman hidup berumah tangga, dan heran mengapa sang isteri masih mencari-cari kekurangannya.

Isteri menuduh suami tidak peka, tidak romantis dan tidak pengertian. Sedangkan suami menuduh isteri banyak menuntut dan mencari-cari masalah. Akibatnya pertengkaran pun terjadi dan saling menyalahkan satu sama lain. Hanya karena keduanya tidak mengerti kebutuhan pasangannya, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Aku dan suamiku dulu juga sering alami pertengkaran kecil, hanya karena masalah sepele. Dan juga perbedaan watak dan sifat kami yang bertolak belakang. Pertengkaran itu terjadi karena kita nya yang kurang memahami perbedaan zona nyaman laki-laki dan perempuan. Dan memang ternyata otak dan badan kita (laki-laki dan perempuan) diciptakan Alloh berbeda lho… Cari tau deh penjelasannya dr.Aisah Dahlan di youtube.

Jadi, suami dan istri, keduanya hanya perlu belajar lagi untuk memahami perbedaan sifat dan watak masing-masing. Yang memang diturunkan secara genetik. Coba dilatih dan dibiasakan untuk saling mengerti, saling memahami dan saling kompromi. Sering-seringlah komunikasi dua arah dengan suasana yang tenang, santai. Bila suami dan istri sudah mengerti apa yang dibutuhkan pasangannya, maka solusinya menjadi mudah mereka dapatkan.
Berusaha memahami pasangan, dan kemudian menentukan titik kompromi yang paling mungkin atas perbedaan diantara mereka.

Kata Ajaib Terimakasih Pada Pasangan Suami Istri

Pengalaman hidup membina rumah tangga sejak tahun 2001, memberikan banyak pengalaman yang nano-nano rasanya. Kadang manis, asam, asin, pahit, terpaksa harus ditelan dan dinikmati bersama. Karena menyatukan dua watak genetik laki-laki dan perempuan itu tidak mudah. Dan memang Alloh ciptakan kita semua ini berbeda karakternya.

Ada saatnya, (berdasarkan pengalaman pribadi…) Seorang istri menangis (diam-diam) ditengah malam, ketika semua sudah terlelap dalam tidur. Ia merasa sangat lelah dengan semua pekerjaannya. Bangun paling pagi dan tidur paling larut setiap harinya. Menghadapi pekerjaan yang itu itu saja, belum lagi saat kondisi anak rewel dan sakit, semuanya terasa sangat melelahkan dan tak ada yang peduli padanya.

Rasa kesal si istri ini semakin bertambah ketika suami pulang kerja, hanya langsung istirahat dan sibuk dengan hp nya. Si suami merasa sudah lelah, cape dan tidak memberi perhatian ke istrinya. Padahal si istri ini mau curhat ke suami. Tapi ditanggapi dingin dengan sikap seperti gak peduli. Apalagi jika si suami ini (gak pernah taklim) dan beranggapan si istri hanya enak-enakan saja di rumah.

Sehingga, keduanya saling larut dalam prasangkanya. Semakin lama sang istri akan merasa suaminya sudah gak sayang lagi padanya dan berprasangka ada sosok wanita lain dalam hati suaminya.. Masalah-masalah yang terlihat sepele, akan menjadi besar menimbulkan pertengkaran, perang dingin, bahkan bisa berujung kepada perpisahan. Jika terus dibiarkan berlarut-larut, tanpa ada perubahan dalam membina hubungan baik antara pasutri.

Memang benar, membangun rumah tangga bukan hanya soal memberi tapi juga menerima, dan juga berterimakasih. Apapun yang diberikan oleh pasangan. Dengan saling memahami bahwa mereka berdua sama-sama lelah dan bekerja keras dalam versinya masing-masing. Yang terpenting bukan siapa yang paling banyak pengorbanannya, tetapi rasa saling menghargai dan perhatian kepada pasangan, sekecil apapun itu.

InshaaAllah perhatian kecil pun bisa melunakkan hati pasangan kita. Komunikasi perbincangan santai berdua, saling mengungkapkan rasa terimakasih, sambil menikmati teh hangat, pijatan dan belaian lembut, maka seketika rasa lelah berganti dengan rasa ikhlas, dan tak lagi merasa bekerja paling keras.
Sudahkah hari ini kita ucapkan terimakasih kepada pasangan?

Metamor”PROSES” Dalam Kehidupan Rumah Tangga

Setelah mantap memutuskan untuk membina rumah tangga dengan seseorang yang kita pilih, maka otomatis akan merubah kehidupan dua insan dan dua keluarga besar. Gerbang kehidupan berkeluarga yang tidak dipelajari detail di sekolah formal. Intinya harus siap lahir batin, learning by doing..

Seperti hal nya kupu-kupu, memulai proses dari telur menjadi seekor ulat kecil yang dihindari banyak orang. Dari ulat menjadi kepompong yang menggantung di dahan pohon, merasakan panas terik yang menyengat dan dingin malam yang menusuk.
Mampukah kita belajar dari kupu-kupu?
Lemah saat menjadi telur, dibenci dan dijauhi saat menjadi ulat, menghadapi rintangan dan kesulitan saat menjadi kepompong, memberikan keindahan dan manfaat bagi sekitarnya saat menjadi kupu-kupu.

Kehidupan yang harus bersinergi dengan pasangan halal kita, menuntut kelapangan hati dan kesabaran. Menyatukan dua pribadi dan keluarga yang berbeda pola asuh, pola pemikiran & budaya. Bukan untuk dipaksa berubah oleh pihak yang merasa lebih kuat. Tapi kembali lagi ke tujuan awal pernikahan, menuju rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Menggapai keridha-an Alloh hingga ke Jannah-Nya. Tinggal mengikuti aturan, pedoman dalam Al-Quran dan sunnah.

Setiap masalah yang datang silih berganti, akan menguji kekuatan ikatan suci.  Apalagi bagi pasangan yang memulai kehidupan berumah tangga dari kondisi serba pas-pasan. Rumah masih ngontrak, belum punya kendaraan motor, tuntutan nafkah uang belanja, dll..

Segala bentuk kesulitan yang dihadapi memang pahit layaknya jamu, tetapi bisa menyembuhkan. Dan kesuksesan dalam membina rumah tangga memang indah layaknya kupu-kupu, tapi membutuhkan proses yang berliku untuk bisa indah, dan bisa dinikmati keindahannya oleh orang-orang disekitarnya.

Mari bersama-sama dengan pasangan, saling belajar berproses menjadi kupu-kupu yang indah. Mau melewati setiap prosesnya, berani mengambil risiko bersama, serta tetap terus belajar dan belajar lagi, lagi, dan lagi. Yakinlah, itu semua merupakan proses yang pasti bisa dijalani bersama. Saling asah, asih dan asuh dengan pasangan. Saling mendukung demi masa depan dan cita-cita berkeluarga yang harmonis.

Rawat Organ Intim Wanita Dengan Manjakani

Khasiat ManjakaniManjakani sudah terkenal sebagai buah yang banyak khasiat. Tanaman majakani atau manjakani adalah buah yang tumbuh di Indonesia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan organ intim wanita.

Secara tradisional buah manjakani ini sering digunakan dengan berbagai macam cara. Seperti ditumbuk halus dengan menggunakan alat tumbuk. Lalu disaring sebelum digunakan untuk keperluan perawatan organ intim wanita dengan cara dioleskan di organ vital tersebut. Ada pula cara lain yaitu diminum sebagai jamu untuk tujuan meningkatkan elastisitas otot Miss V wanita.

Rasanya pasti pahit atau gmn yaa…(karena saya belum pernah konsumsi secara langsung hehehe….) Karena sekarang kan banyak yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul atau tablet, praktis tinggal minum. Naah…itu perawatan miss V dari dalam. Lalu bagaimana perawatan dari luar nya?

Walau sudah beredar juga sabun pembersih organ intim wanita dengan label mengandung manjakani dan sirih, ternyata masih ragu dengan kandungan Ph nya. Jadi harus teliti sebelum memutuskan pakai yang mana.

Ssstt….kalau produk Sutra Manjakani plus aromaterapi pasti lebih wow khasiatnya yaa…mau tau seperti apa produknya?? Cek disini niih…!!

Aromatherapy Modern Di Indonesia

Aromaterapi di IndonesiaSejak jaman dulu, nenek moyang kita sebetulnya telah menggunakan wewangian  untuk upacara adat dan pengobatan. Sebut saja mandi air kembang bagi calon pengantin, serta pemakaian minyak gosok untuk penyembuhan. Namun seiring perkembangan zaman, aromaterapi sekarang hadir dalam banyak bentuk, macam dan penggunaannya pun beragam. Ada yang harus dibakar, dipanaskan, untuk kemudian dihirup dan dioleskan pada kulit.

Sebagai seorang muslim, terkadang kita merasa ragu untuk menggunakan produk aromaterapi. Karena kita harus jeli dan teliti sebelum menggunakan suatu produk. Seperti apa saja kandungannya, halal atau tidak? Cara penggunaannya pun ada yang dibakar, (kalau kata kita koq seperti upacaranya agama lain yaa…) Jadi ragu deh… ^.^

Alhamdulillaah…kini sudah dapat produk yang pastinya Islami dan saya sudah tau siapa produsennya. Memang produk import dari negeri tetangga ‘Malaysia’. Walau produk import, harganya terjangkau koq. Karena dipasarkan oleh perusahaan penerbit AlQuran terkenal di Bandung. Lhooo…koq…???

Iyaa….pastinya ini sangat dinantikan oleh keluarga muslim di Indonesia untuk bisa menggunakan produk aromaterapi yang sudah terkenal di Malaysia. Produk Sygma Sutra di Indonesia sudah bisa kita dapatkan dan perlu kita dukung. Karena apa…karena ini produk Muslim punya ^_^