Category Archives: Anak Sakit

Awal Tahun 2019 Reward Rihlah Qurani Syaamil Goes To Singapore

Alhamdulillaah…diawal tahun 2019, kami mendapat informasi mendapatkan reward rihlah qurani ke Singapura (6 seat). Tahun sebelumnya yaitu 2018, kami telah mendapat reward Rihlah Qur’ani Goes To Malaysia. Barakallaah…buah dari usaha dan konsisten bersama Syaamil Qur’an, kami kembali diberikan Golden Tiket Reward Rihlah Qurani Goes To Singapore. Kami dijadwalkan bersama rombongan Keluarga Syaamil Indonesia, berangkat bulan April tahun ini. Tentunya spesial berangkat dengan mengajak Mamah (satu-satunya orangtua kami yang masih ada).

Reward Syaamil Rihlah Qur'ani Singapore 2019

Setelah diskusi panjang dan mempertimbangkan jadwal keberangkatan rihlah tahun 2019 ini berdekatan dengan jadwal UN putri kami Azka, maka sepakat diambil 2 tiket untuk suami dan mamah. Sedangkan sisa 4 tiket lagi diganti hadiah lain. (Penyaluran al quran wakaf Syaamil Qur’an Mina) Alhamdulillaah…sudah dikomunikasikan dengan pihak direksi Syaamil dan bisa diganti dengan Logam Mulia (LM).

Alhamdulillaah…dari Syaamil Pusat Bandung penerima reward nya bertambah dari tahun 2018 lalu. Ini semua berkat doa dan usaha yang gigih, konsisten dari semua pihak yang tergabung dalam Keluarga Syaamil Indonesia dan Penerbit Syaamil Quran Bandung. Barakallaah…untuk semuanya…

Next bulan April setelah usai Pemilu 2019, Inshaa Alloh..kita bertemu lagi kumpul bareng Keluarga Syaamil Indonesia Rihlah Qur’ani di Singapura yaah…

IMG-20190204-WA0062

Cerita Haidh Pertama Azka Putriku

Hari ini, ada yang membuat hati emak bahagia. Bersyukur bisa mengetahui lebih awal dibanding azka dan Abinya. Emak memang selalu the best lah kalau soal kejelian akan suatu hal. Apalagi emak melankolis, hehehe…

Ceritanya tadi pagi, sebelum pergi ke toko seperti biasa sudah rapi, pamitan ke anak-anak, termasuk ke azka. Azka yang saat itu lagi tiduran tengkurep sambil nonton kartun kesukaannya. Mata emak langsung tertuju ke rok nya, menangkap ada sesuatu yang tak biasa. Emak hafal banget sama bercak itu, iya seperti bercak darah haidh. Langsung deh emak tanya, “Azka, kamu haidh?”. Dengan polos azka nya jawab “Enggak..”

“Masa sih, terus itu noda bercak darah apa? Coba dicek..” lanjut emak

Akhirnya kita berdua ke arah kamar mandi dekat dapur. Azka pun masuk, emak nunggu diluar. Emak gak sabaran nanya lagi, “Gimana..?”

Azka pun menyahut dari dalam kamar mandi, “Enggak koq, gak ada darah”

“Lha…masa sih..??” emak makin penasaran. “Coba deh kasih lihat…” (hihihi…maksa banget). Azka pun buka pintu sambil bilang dengan polosnya  “Iya, gak ada darah koq, adanya basah cairan coklat. Darah kan merah..”

Emak langsung deh jelasin kalau darah haidh gak selalu merah, untuk awal hari pertama ada yang coklat. “Ooo…” azka nya angguk-angguk sambil nyengir hihihi…

‘Yaudah langsung gih bersihin cuci CD nya pakai sabun mandi, setelah bersih masukan keranjang baju kotor. Setelah itu pakai pembalut. Bisa kan..?” Azka jawab dengan singkat “Iyaa…” Maka emak pun langsung berangkat, setelah kasih arahan langkah selanjutnya ke azka.

Yaah…begitulah, si sulung sudah mukallaf, yang kedua pun sudah baligh. Cepat sekali mereka tumbuh besar. Untuk haidh pertama, waktu emaknya dulu saat kelas 2 SMP. Termasuk lambat sih kalau dibanding teman-teman saat itu. Ternyata, anaknya jauh lebih cepat baligh diusianya sekarang yang masih SD. Gak apa juga sih, malah bersyukur putri semata wayangnya normal. Dan memang sudah beda jamannya.

Adab Terhadap Al-Qur’an

Adab-Adab Terhadap Al-Qur’an

Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur’an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas. Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang

sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur’an sebelum bersuci. Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur’an,karena tidak ada dalil yang menguatkannya.

Pendapat pertama
Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur’an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi’ah ayat 77 hingga 79.

Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)

Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur’an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur’an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

Pendapat kedua
Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi’ah di atas ialah: “Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah.” Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.

Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi: Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek). Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).

“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”

syaamil quran
miracle the reference
penerbit syaamil

Menghindari Mabuk Kendaraan

Kami adalah keluarga besar. Anak-anak kami empat orang. Dalam bepergian, kami selalu menggunakan bus. Maklum…., kami belum punya mobil pribadi. Tapi alhamdulillah, anak-anak tak pernah mengalami mabuk kendaraan. Pasti pusing dan malu jika anak-anak rewel dalam perjalanan menggunakan bus.

Mabuk kendaraan atau istilah kerennya motion sickness merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari kepala pusing, mual sampai muntah dan keluar keringat dingin yang terjadi saat dalam kendaraan yang berjalan.

Berikut ini tips untuk mencegah terjadinya mabuk kendaraan, terutama untuk  bepergian keluar kota baik menggunakan jalur darat, laut dan udara.

• Perhatikan makanan yang dikonsumsi sebelum perjalanan. Hindari makanan yang berlemak, dan makanan yang lama dicerna seperti mie, sebelum berangkat.
• Hindari makanan yang berbau menyengat.
• Pilihlah tempat duduk yang mengalami goncangan terkecil dan tempat yang cukup nyaman selama perjalanan. Tempat duduk di tengah sekitar sayap pesawat adalah daerah yang paling sedikit guncangannya. Dalam kapal laut, daerah terbawah dan ditengah mengalami guncangan lebih kecil dari pada di lantai atas dan di bagian luar.
• Jangan menghadap membelakangi arah perjalanan.
• Jika di dalam mobil, pilihlah tempat duduk di depan.
• Jangan membaca saat di perjalanan.
• Pada perjalanan dengan perahu tataplah jauh ke langit dan cakrawala untuk mengurangi rasa pusing.
• Anda bisa membuka jendela mobil untuk mendapatkan udara segar jika memungkinkan.
• Menjauhlah dari orang yang mungkin juga akan mabuk kendaraan, apabila mereka muntah, bisa jadi anda juga ikut muntah.

Untuk obat-obatan seperti minyak kayu putih dan sejenisnya, selalu harus dipersiapkan dalam tas.  Semoga bermanfaat!!

 

Pengalaman menggunakan minyak But-But

Hah…But-but ???? Nama apaan sih ??? Koq aneh betul namanya! Kaya apa bentuknya??! Apa benar berkhasiat??!!

Mungkin begitulah kagetnya saya, ketika ada seorang teman yang menyarankan untuk menggunakan but-but. Awalnya saya gak percaya. Tapi, teman saya itu tetap memaksa dengan mengatakan “pakai saja dulu, baru komentar!”

Saat itu perut saya kembung karena masuk angin. Sakiiiiit sekali dan kalau ditepuk-tepuk berbunyi seperti suara gendang. Lalu saya pun mengoleskan minyak but-but itu ke perut saya yang sakit.
Koq, gak ada rasanya ya??? Biasanya kan kalau minyak angin biasanya panas atau hangat di kulit. Aneh banget nih minyak!

Gak lama setelah itu, kira-kira 5 menit lah, saya jadi sering buang angin. Sampai akhirnya kembung di perut saya juga hilang.

Gak nyangka deh!!! Akhirnya sampai sekarang saya punya 4 anak, saya tetap menggunakan minyak but-but. Juga untuk anak-anak saya lho!!! Sebagai pengganti minyak telon atau minyak kayu putih. Dari mereka lahir, selalu pakai but-but disaat habis mandi dan masuk angin. Terbukti anak-anak saya jarang masuk angin. Minyak But-But harus selalu ada di rumah saya. Anda juga harus mencobanya dan buktikan sendiri!!!!

Semoga bermanfaat ya!!

BATUK DAN PILEK PADA BAYI

Alangkah sedihnya jika anak sakit. Apalagi jika masih bayi sudah terkena serangan virus flu (pilek) dan batuk. Banyak orangtua yang cepat panik dan segera membawa ke dokter. Dan dengan mudahnya membiarkan sang bayi minum obat kimia di tahun pertama kehidupannya.

Padahal ada cara yang lebih tepat, daripada membiarkan anak kita yang masih Continue reading