Memahami & Mempersiapkan Status Janda

Bagi kebanyakan wanita, tentu amat sangat takut dengan kata “JANDA”. Entah itu pada wanita lain yang berstatus janda, apalagi jika takdir memaksanya jadi berstatus janda. Status pernikahan yang telah berakhir, karena perpisahan kematian atau perceraian, otomatis siap atau tidak, kata Janda akan melekat di status identitasnya.

Oiya, pernahkah kita coba merenungkan…;
Bagaimana rasanya sendiri?
Bagaimana rasanya sepi?
Bagaimana menahan airmata?
Bagaimana harus melakukan pekerjaan pria?
Jika belum….maka, jangan hina & remehkan mereka yang berstatus janda..

Wanita yang harus mencari nafkah untuk dirinya dan anak-anaknya itu tidak mudah. Ditambah harus mendidik dan menjaga anaknya sendiri itu pun sangat tidak mudah.
Wanita yang harus bisa menjaga keseimbangan antara tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga dan menjaga kehormatan diri itu teramat sangat tidak mudah.

Mari, sadarilah…wanita kan tidak selamanya tetap bersuami. Ada saatnya harus berganti status, dengan penyebab yang berbeda..
Ada yang harus berpisah karena faktor batas usia (kematian), ada pula yang dikarenakan sikap tak bertanggungjawabnya laki-laki.
Jadi, ada saatnya nanti harus hidup sendiri, dituntut mandiri dan tegar demi masa depan anak-anak. Siapkah kita…???

Wanita berstatus janda, dengan “kesendirian” harus melakukan banyak hal..
Yang seharusnya itu bukan hanya tanggungjawabnya…
Maka semua butuh proses lebih.. Dan hanya bisa berserah diri pada-Nya.. Isilah hari-harimu dengan ayat-ayat-Nya. Sentiasa berpegang pada pedoman AlQuran. Karena keimanan & Ketaqwaan yang akan membantu kita untuk bisa menjalaninya. Maka..SABAR..SABAR.. dan SABAR..

 

Comments are closed.