Mulutmu Harimaumu..Hati-Hati Jaga Lisanmu !!!

Di era akhir jaman seperti saat ini, disebut jamannya fitnah merajalela. Kesesatan akhir jaman yang akan membuat bingung jiwa yang bersikap tidak peduli dengan keadaan disekitarnya bahkan dengan yang terjadi di negaranya. Lisan yang tidak terjaga akan bisa menghancurkan hati seseorang dan bahkan bisa menghancurkan peradaban suatu bangsa.

Banyak masalah di antara sesama manusia yang timbul hanya karena lisan yang tak mampu dikendalikan. Rasa marah, sakit hati, hingga dendam yang melahirkan keburukan yang lebih besar, bisa terjadi disebabkan lisan yang tak dijaga. Oleh karena itu Imam Syafi’i ,RA pernah mengatakan, “Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah ia berpikir dahulu. Bila jelas maslahatnya, maka bicaralah. Namun, jika dia ragu, maka janganlah dia berbicara hingga nampak jelas maslahatnya.”

mulutmu-harimaumu-jaga-lisanmu

Allah Swt. berfirman, “Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qof [50] : 18)

Ada masanya nanti tidak ada suara keluar dari mulut kita. Anggota tubuh lain yang selama ini tidak berkuasa berbicara, nanti giliran si mulut yang dibuat bisu tak mampu berkata-kata. Lisan yang senantiasa mudah berkata kotor, terbiasa berbohong, menipu,  munafik, akan celaka. Karena akan berhadapan dengan kesaksian anggota tubuh lainnya yang akan berkata jujur.

Salah satu ciri orang yang beriman kepada Allah SWT adalah senantiasa memelihara lisannya agar selamat dari ucapan-ucapan dusta, kotor dan sia-sia. Karena orang beriman adalah orang yang yakin akan kehadiran Allah dalam situasi seperti apapun dan yakin bahwa setiap hal besar maupun kecil, samar maupun nampak, akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt.

Orang yang senantiasa menjaga lisannya dari ucapan-ucapan dusta, kotor dan sia-sia maka akan senantiasa terjaga pula hatinya sehingga senantiasa bersih. Lisan yang selamat juga akan menularkan kedamaian di sekitarnya.

Semoga Allah SWT selalu memberi kita hidayah sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah dalam memelihara lisan. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin..

Iklan

Komentar ditutup.