Inilah Cara Penyimpanan Dan Penyajian ASI Perah Yang Sehat

Sebagai ibu yang masih harus bekerja diluar rumah, sebelum masa cuti selesai sudah harus membiasakan diri memerah ASI. Tentu saja setelah bisa memerah ASI dengan benar, seorang Ibu harus mengetahui cara penyimpanan ASI Perah yang sehat. Karena bagi Ibu yang bekerja di kantor,  menyimpan ASI memang menjadi solusi tepat untuk ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI untuk bayinya.

cara menyimpan dan penyajian asi perahSeperti yang dikutip dari buku Bedah ASI yang ditulis oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, dijelaskan bahwa ASI yang telah diperah dan belum diberikan dalam waktu 30 menit, sebaiknya disimpan dalam lemari es. Sedangkan yang tidak digunakan selama 38 jam, sebaiknya didinginkan didalam freezer dan dapat disimpan selama 3 bulan.

Begitu pula dalam buku Sukses Menyusui Meski Bekerja menjelaskan, cara tepat Penyimpanan ASI Perah.  Seorang ibu yang masih menyusui sambil bekerja diluar rumah, dapat mengumpulkan stock ASI Perah dan simpanlah dalam freezer, sehingga bisa tahan 2-3 bulan.

Inilah cara menyimpan ASI Perah didalam Lemari Es atau Freezer

  • Selalu bersihkan botol hingga benar-benar bersih dan sterilkan.
  • Bilamana menggunakan botol kaca, jangan isi botol hinggu penuh. Cuku 3/4 saja. Ini untuk menghindari botol pecah saat ASI Perah disimpan dalam feezer.
  • Tutup rapat botol, jangan biarkan udara masuk. Beri label bertuliskan jam dan tanggal ASI perah tersebut.

Berikut cara penyajian ASI Perah yang sehat :

  • Sehari sebelum menggunakannya, turunkan ASI Perah yang sudah beku dari Freezer ke lemari es bawah. Hal ini dilakukan agar ASI yang telah membeku bisa mencair secara bertahap.
  • Keluarkan ASI Perah dalam lemari es secara berurutan dari yang paling awal. First In First Out (FIFO).
  • Ambil ASIP sesuai kebutuhan dan habiskan semua.
  • Diamkan dalam suhu ruangan selama 10-15 menit.
  • Hangatkan ASI dengan cara merendam botol berisi ASI perah dalam wadah yang diberikan air hangat. jangan menghangatkan ASI dengan air mendidih atau merebusnya karena bisa merusak kandungan gizi dari ASI.
  • Bila ASI sudah mencari, kocoklah botol agar cairan di atas bercampur dengan cairan bawah. Cairan atas biasanya  terlihat agak kental, karena kandungan lemaknya lebih banyak. Ingat, itu bukan ASI basi !!
  • Siapkan cangkir dan sendok yang juga sudah bersih dan steril untuk meminumkan ASI Perah pada bayi anda.

Komentar ditutup.