Galeri

Kecerdasan Emosi Anak

Ada beberapa aspek kecerdasan emosi yang perlu dimiliki anak-anak. Orangtua dapat mengajarkan dan mengembangkan aspek-aspek ini sesuai perkembangan usia anak.

1. Kemampuan Untuk Mengenali Emosi Diri.
Untuk memperkenalkan berbagai jenis emosi pada anak, para orangtua perlu mengenali dulu emosi yang sedang anak rasakan. Caranya :Berusaha lebih peka pada ungkapan emosi yang mereka tunjukan. Dalam proses pengasuhan anak, seringkali orangtua beranggapan bahwa perasaan “negatif” (seperti sedih, marah, menangis) adalah sesuatu yang buruk. Dan ketika anak melakukannya, orangtua langsung menyuruhnya diam atau menakuti anak supaya diam.

2. Kemampuan Untuk Mengelola Dan Mengekspresikan Emosi.
Dasar dari kemampuan ini adalah kemampuan untuk berfikir realistis. Artinya melihat realita secara tepat dan menanggapinya dengan perilaku sewajarnya saja. Karena terkadang otak emosional lebih dominan daripada otak logis. Caranya : Dengan meningkatkan perbendaharaan emosi anak. Melalui berbagai kegiatan dan pengalaman sehari-hari bersama anak. Misalnya ketika kita telah mengecewakannya karena sesuatu hal, cobalah untuk ekspresikan emosi penyesalan yang kita rasakan dengan meminta maaf kepadanya dan jelaskan situasinya mengapa hal itu bisa terjadi. Dan tunjukan bahwa kita akan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan dengan sikap yang lebih baik lagi.
Karena orangtua hanya manusia biasa, kita tidak perlu malu untuk meminta maaf. Hal ini akan mendidik anak tentang bagaimana bersikap sehat terhadap kesalahan. Dengan demikian ketika anak melakukan kesalahan, anak akan berfikir “sekarang masih salah, tapi besok pasti aku bisa”.

3. Kemampuan untuk Memotivasi Diri.
Sebagai orangtua kita perlu menanamkan rasa optimisme pada anak sebelum mengasah kemampuan memotivasi diri. Optimisme adalah kebiasaan berfikir positif dan cenderung melihat situasi dengan nilai yang baik. Tapi hendaknya orangtua juga harus menjadi seorang yang optimis. Dengan gaya pengasuhan orangtua yang optimis, akan menumbuhkan motivasi diri anak untuk belajar memecahkan masalah dan memperbaiki kesalahan atau kegagalan yang dialami.

4. Kemampuan Untuk Mengenali Emosi Orang Lain.
Anak yang terampil menangkap sinyal emosi orang lain akan lebih terasah akhlaknya dan memiliki tingkah laku yang diterima orang-orang disekitarnya. Untuk menumbuhkan empati dan rasa peduli pada orang lain, ada beberapa cara yang harus orangtua lakukan.
*Ajari anak untuk melakukan berbagai jenis perbuatan baik.
*Jadikan proyek berbuat baik dalam kehidupan keluarga kita. Misalnya membuat daftar perbuatan baik apa saja yang sudah dilakukan hari ini. Sehingga anak akan terbiasa.
*Libatkan anak dalam kegiatan sosial atau peristiwa yang bisa menumbuhkan pengalaman berempati dan peduli pada orang lain. Misalnya : biarkan anak sendiri yang memberi uang kepada pengemis. Tentunya dengan arahan kita.

5. Kemampuan Untuk Membina Hubungan Dengan Orang Lain.
Beberapa aspek kemampuan ini adalah keterampilan melakukan percakapan dan keterampilan berteman. Kedua keterampilan ini dapat diajari dan ditingkatkan melalui latihan dalam keseharian anak dengan orangtua. Biasanya kalau orangtuanya pasif, sulit bergaul, maka anak pun akan kesulitan dalam bersosialisasi.

Kita perlu tahu bahwa beberapa keterampilan sosial yang berhubungan dengan kecerdasan emosi dipengarui oleh jadwal waktu. Bila masanya berlalu, keterampilan sosial itu akan lebih sulit untuk dipelajari. Jadi, marilah kita berusaha merubah pola asuh kita, untuk mempersiapkan anak menghadapi zamannya nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s