Galeri

Peran Ayah Dalam Pendidikan

Interaksi Ayah Dan Anak.
Hasil riset dan para psikologi banyak yang menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. Bahkan ada yang mengatakan bahwa anak lebih cerdas dengan bermain bersama ayah. Ikatan emosional antara ayah dan anak, ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini, dapat dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang bisa membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil.

Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini? Banyak kendala yang dihadapi seorang ayah untuk meluangkan waktunya merawat anak karena kesibukan di luar.

Di bawah ini adalah tahapan untuk para ayah agar dapat berperan dalam pendidikan :

Persiapkan diri sedini mungkin sejak istri hamil.
Seorang suami sudah terlibat dalam pembuahan seorang anak saat istri mengandung. Masa kehamilan selama 9 bulan ini dapat anda gunakan untuk mempersiapkan diri sebagai seorang ayah. Berperan aktiflah sebagai seorang suami sekaligus calon ayah dengan mensuport kehamilan istri.

Ikuti persiapan persalinan berupa senam, membaca buku mengenai kehamilan, cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Bila memungkinkan, temanilah istri anda saat persalinan. Melihat langsung detik-detik perjuangan istri dan terdengarnya tangisan bayi yang lahir ke dunia ini akan menambahkan rasa sayang anda kepada istri maupun anak.

Ikut aktif merawat bayi.
Sejak awal menjelang kelahiran, cobalah ikut aktif merawat bayi. Seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok, memandikan dan mengasuh bayi mereka sejak dini akan besar kemungkinan lakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya. Anda para ayah akan menemukan momen indah di masa ini. Anda bisa memandikan, mengganti popoknya jika ia mengompol.

Untuk masa awal, adalah wajar bila terjadi kesalahan karena yang perlu diingat bahwa merawat bayi perlu pengalaman secara langsung. Memperbaiki kesalahan itu baik. Tentunya akan membuat para ayah semakin pengalaman. Bayi anda akan semakin merasakan kehadiran anda, mengenali sosok wajah ayah, suara ayah dan bau ayahnya.

Untuk para isteri, biarkanlah suami anda ikut merawat dan mengasuh dengan gayanya sendiri, anda bisa memberikan dukungan agar suami semakin percaya diri dalam merawat bayinya. Memberikan masukan dan membetulkan cara merawat akan menambah keharmonisan. Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya, usahakan jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi.

Bermain bersama.
Ketika bayi makin beranjak besar, lewatkan waktu bersama untuk bermain, membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi anda yang mulai merangkak, mulai belajar berbicara atau berjalan. Ciptakanlah permainan yang menyenangkan seperti kuda-kudaan, pesawat terbang atau sembunyi sembunyian.

Sesuaikanlah dengan perkembangan usia anak.
Membaca, mewarnai atau melakukan keterampilan menggunting, menempel secara bersama-sama bisa jadi pilihan tepat. Libatkan para ayah walau hanya sebentar saja.

Terlibat dalam kehidupan sosial anak anda.
Ketika anak anda mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak anda dengan mengenali misalnya nama teman-temannya, dengan siapa dia bergaul, aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/SD nya. Anjurkan pada para ayah untuk mengenali teman dan gurunya. Mintalah pada suami untuk sekedar menanyakan perihal teman-temannya.

Jadilah pendengar yang baik.
Kesibukan kerja terkadang membuat anda mengabaikan cerita-cerita anak anda. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu. Biarkan juga anak bercerita pada ayahnya. Bantu ayah untuk menanggapi cerita anak agar memberi kesan bahwa ia diperhatikan oleh kedua orangtuanya. Jangan hanya ‘meng-iyakan’ agar cerita anak itu lekas selesai atau mengatakan ayah sedang sibuk.

Usahakan lebih serius terlibat dalam pembicaraan. Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak akan semakin malas untuk bercerita pada anda. Akhirnya, kebiasaan bercerita dan sharing dari anak akan menghilang dari keluarga anda. Jadi jangan mengeluh bila anak tidak terbuka suatu hari nanti, karena kebiasaan ini dimulai dari respon anda sebagai pendengar yang baik ataukah tidak. Dengan menjadi pendengar yang baik, disamping keterbukaan, anda akan menjadikan anak dapat mengekspresikan dan handal dalam mengungkapkan sesuatu.

Komunikasi yang baik.
Bila para ayah dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak anda, usahakanlah tetap menjalin komunikasi dengan baik, melalui telepon atau chatting internet. Tunjukkan perhatian anda, rasa sayang anda melalui telepon, sms atau melalui surat. Minta pada suami untuk mngertikan hal ini. Anda bisa menggunakan moment ini sebagai pendewasaan bagi anak. Misalnya dengan mengatakan Ayah akan pergi selama beberapa hari, ayah minta tolong yah agar Arif menjadi anak baik dan menjaga ibu. Anak akan merasakan bahwa dia dipercaya dan bertanggung jawab atas tugas-tugas tertentu.

Percaya pada anak anda dan berikan kebebasan yang positif.
Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak Anda. Kepercayaan anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Janganlah mendikte dia untuk melakukan sesuatu. Tapi cobalah memberikan dia pilihan, misalnya terhadap masalah A dan B. Tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip. Dari masalah yang sepele mulai dari pilihan memakai kaos kaki, baju atau memilih sekolah. Dia akan merasa dihargai dan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Sebagai seorang ayah, anda bisa membimbing dan memantaunya. Para ibu perlu memberi dukungan dan pemahaman pada ayah bahwa anak memerlukan perhatiannya.

Penuhilah kebutuhannya sesuai usianya.
Bertambah dewasa seorang anak akan semakin bertambah kebutuhannya, semakin beragam dan variatif. Jangan anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi. Katakan pada para ayah bahwa mereka membutuhkan perlakuan sesuai dengan usianya. Kebutuhan bayi tentunya berbeda dengan kebutuhan seorang anak usia sekolah, juga berbeda kebutuhan anak menjelang remaja dengan kebutuhan anak usia sekolah dan seterusnya. Cobalah anda memahami kebutuhan anak anda. Selamat menikmati menjadi ayah idaman…. Semua Ayah adalah Bintang !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s