Galeri

Internet Aman Untuk Anak, Why Not…?

Sebagai Orangtua yang peduli masa depan anak-anak, saya tertarik dengan pembahasan untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk memasuki zamannya nanti. Selain mempersiapkan dengan bekal ilmu-ilmu agama, pengetahuan umum, lifeskill, iptek dan dunia internet juga harus diketahui oleh anak-anak kita nantinya.

Internet dapat menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Mereka dapat menjadikan sebagai sumber informasi tambahan untuk tugas sekolah, berkomunikasi dengan guru atau anak-anak lain, dan main game interaktif. Anak yang sudah bisa menekan tuts keyboard dapat dengan mudah mengakses dunia maya ini.

Tapi akses ini juga dapat membahayakan keamanan anak-anak. Selain bisa saja mereka tanpa sengaja masuk ke website yang tidak pantas, seperti pornografi, mereka juga dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal. Banyak orang-orang jahat yang berpura-pura sebagai ‘teman sebaya’ si anak lalu memperoleh akses personal sehingga membahayakan keselamatan si anak. Dengan maraknya kasus penculikan dan pelecehan anak saat ini, keamanan internet perlu diberikan perhatian.

Saat ini banyak software atau alat-alat online yang dapat membantu menyaring akses terhadap materi dewasa di internet juga melindungi mereka dari predator online. Walaupun tidak dapat melindungi anak 100% terhadap resiko berinternet, tetapi software ini cukup membantu. Sehingga saat penting jika kita sebagai orang tua mengetahui aktifitas online anak dan mengajarkan anak tentang resiko ber-internet.

Selain mem-blok website yang dapat diakses anak, kita juga dapat memantau dan memonitor aktifitas online anak dengan program khusus. Hal ini terutama untuk anak yang sudah atau baru memasuki masa remaja. Rasa penasaran yang tinggi seringkali membuat mereka mencoba website atau program baru. Juga ada baiknya anak diberikan ‘screen name’ untuk melindungi identitas aslinya.

Sebagai orang tua kita perlu memiliki peran aktif dalam melindungi anak dari predator internet dan juga materi seksual eksplisit online. Berikut ini beberapa langkah yang dapat kita lakukan:

1. Paham literasi komputer dan tahu bagaimana cara mem-block materi-materi yang tidak pantas.

2. Pasang komputer di area terbuka, bukan di kamar pribadi, sehingga kita dapat mengawasi dan memonitor anak.

3. Berbagi e-mail dengan anak (tahu password-nya) sehingga kita tahu pesan yang keluar masuk.

4. Bookmark website favorit anak, untuk memudahkan akses.

5. Luangkan waktu online bersama anak sehingga dapat mengajarkan anak perilaku online yang pantas.

6. Jangan ijinkan anak memasuki chat room yang ‘private’, blok private chat tersebut dengan sofware khusus atau yang disediakan oleh provider layanan internet. Ingat bahwa menulis pesan di chat room itu akan menunjukkan alamat e-mail anak kepada orang lain.

7. Perhatikan tagihan kartu kredit dan telepon untuk tagihan yang tidak Anda kenali.

8. Cari tahu, jika ada, proteksi yang diberikan di sekolah, tempat kursus, rumah teman atau tempat-tempat yang memberikan anak akses komputer saat anak tidak bisa mengawasi.

9. Perhatikan keluhan anak baik-baik jika ia melaporkan adanya pertukaran informasi online yang mengganggunya.

10. Laporkan salinan pesan yang tidak pantas atau ancaman untuk Anda atau anak Anda pada penyedia layanan internet.

Beberapa website berikut menawarkan belajar keamananan online. Sebelum mengajarkan anak ber-google ria, ada baiknya mereka mengikuti salah satu online learning berikut:

http://www.safekids.com/
http://www.wiredkids.org/
http://www.ikeepsafe.org/
http://www.fbi.gov/kids/k5th/safety1.htm

Sumber : RumahSekolah dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s