Galeri

Kenali Gaya Belajar Anak-Anak

Sebagai orangtua dari empat anak, seringkali menemukan perbedaan type diantara mereka. Hal inilah yang mendorong saya mencari tahu “Bagaimana sih type belajar anak-anak itu?”

Ternyata beda anak, beda pula gaya belajarnya. Setiap anak itu unik. Kita tidak bisa memakai satu metode untuk mengajarkan ke semua anak. So…., kenali dulu gaya belajar anak-anak kita. Barulah nanti orangtua bisa mengerti dan berempati pada kondisi anak, lalu bisa menentukan cara yang tepat sesuai gaya belajarnya.

Menurut pakar pendidikan, gaya belajar anak ada tiga. Type Visual, Type Auditory dan Type Kinesthetic. Yuk…, diamati yang mana gaya belajar anak-anak kita?

Visual

Auditory

Kinesthetic

Suka membaca, menonton film/TV, mengisi TTS, senang memperhatikan ekspresi orang saat berbicara. Suka mendengar radio, musik, sandiwara, debat atau diskusi. Anak-anak auditori suka dibacakan cerita dengan berbagai intonasi. Menyukai kegiatan aktif, baik sosial, kesenian maupun olahraga.
Menyatakan emosi melalui ekspresi muka. Mengungkapkan emosi secara verbal melalui perubahan nada bicara atau intonasi. Mengungkapkan emosi melalui bahasa tubuh.
Lebih mengingat wajah orang dibanding namanya, mengingat kata dengan melihat susunan huruf pada kata. Ingat dengan baik nama orang. Baik dalam mengingat fakta dan punya perbendaharaan kata yang luas. Ingat peristiwa yang menarik.
Menjelaskan sesuatu lebih suka menggunakan gambar, bagan, peta atau grafik. Menjelaskan sesuatu dengan kata-kata verbal. Senang memberi instruksi verbal. Menjelaskan sesuatu dengan mendemonstrasikan.
Selera berpakaian: bergaya. Penampilan lebih penting. Selera: yang penting label. Dapat menjelaskan pilihan pakaiannya. Selera: kenyamanan bahan lebih penting dari gaya.
Punya ingatan visual yang baik, ingat di mana meninggalkan benda beberapa hari yang lalu. Cenderung mengingat dengan baik kata-kata dan gagasan yang pernah diucapkan. Ingat lebih baik menggunakan alat bantu tiga dimensi.
Dalam mencoba hal baru (mainan baru) lebih suka melihat manual book, atau demonstrasinya. Mencoba hal baru (mainan baru) lebih memilih instruksi secara verbal. Mencoba mainan baru biasanya langsung dikerjakan.
Menggunakan kata/ungkapan seperti: melihat, menonton, menggambarkan, sudut pandang. Menggunakan kata/ungkapan seperti: kedengarannya, mendengarkan apa yang Anda katakan, ceritakan, saya dengar. Menggunakan kata/ungkapan seperti: merasa, menyentuh, memegang, meraba.
Aktivitas kreatif: menulis, menggambar, melukis. Aktivitas kreatif: berbicara, bernyanyi, berdebat, bercerita. Aktivitas kreatif: kerajinan tangan, berkebun, olahraga.
Saat diam suka melamun. Saat diam suka berbicara sendiri. Dalam keadaan diam, tidak bisa duduk tenang.

Sudah ketemu jawabannya? Nah…., setelah ini baca juga kelanjutannya di “Beda Gaya Beda Cara”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s