Galeri

Mari Belajar Bersama Nak…!

Setelah lewat masa liburan sekolah, tiba masanya kembali ke sekolah bagi putra putri kita. Sering kali anak-anak merasa malas dan seperti memiliki beban berat untuk kembali belajar dan pergi ke sekolah. (Pengalaman pribadi nih… ^_^ )

Sebagai orangtua, kita tentunya punya harapan agar anak kita bisa memahami pelajaran di sekolahnya dan tidak tertinggal dengan teman-temannya. Akhirnya banyak orangtua yang secara sadar memberi tekanan dan tuntutan saat belajar di rumah. Apalagi saat menjelang ujian dan masa ujian tiba.

Padahal kita pun sudah memahami bahwa belajar yang efektif, harus dilakukan secara rutin dan menyenangkan. Jadi, bagaimana cara mengajak anak agar mau belajar tanpa kekerasan?

1. Jadilah panutan yang baik untuk anak.
Orang tua merupakan panutan dari anaknya, oleh karena itu kita harus memberikan contoh terbaik agar ditiru oleh anak. Saat orang tua menyuruh dan mengawasi anak belajar, usahakan agar Anda juga terlihat seperti mempelajari sesuatu, misalnya dengan membaca buku atau Al-Quran. (Usahakan punya perpustakaan mini keluarga). Sesekali ajak anak Anda untuk berdiskusi mengenai suatu topik yang hangat. Dengan begitu anak melihat bahwa orang tua juga ikut belajar. Kita juga bisa mengajak anak untuk menyiapkan buku pelajaran untuk esok hari, lalu anak yang memasukannya ke tas sekolahnya.

2. Pilihlah waktu belajar yang tepat.
Ketika anak merasa capek, ia akan enggan untuk melakukan apa saja. Apalagi disuruh belajar. Oleh karenanya, coba pilihlah waktu yang tepat dimana anak sedang merasa segar untuk melakukan sesuatu, termasuk kegiatan belajar. Anda dapat mencoba di sore hari saat anak sudah mandi sore. Atau dapat di komunikasikan pada anak, kapan ia mau belajar. Dengan pengawasan dari orangtua, anak harus menepati waktu belajar yang telah disepakati. Tentunya dicari waktu yang pas antara orangtua dan anak. Biasanya diawali dengan membaca Al-Qur’an bersama anak, dapat dengan mudah melunakan hatinya.

3. Buatlah jadwal belajar.
Anak cenderung untuk melakukan sesuatu yang pasti. Dengan membuat jadwal belajar secara rutin, anak akan mengerti bahwa jam yang ditentukan tersebut merupakan waktunya untuk belajar. Hal ini harus disesuaikan dengan kondisi keluarga dan perlu proses pembiasaan.

4. Kenali daya konsentrasi anak Anda.
Setiap anak memiliki daya konsentrasi yang berbeda-beda. Coba amati anak Anda, apakah ia tipe anak yang dapat berkonsentrasi selama 2 jam penuh atau hanya 30 menit. Apabila anak Anda merupakan tipe daya konsentrasi pendek, berikan istirahat sejenak disela-sela waktu belajar, setelah itu, anak dapat meneruskan kegiatan belajarnya lagi.

5. Berikan bantuan saat anak membutuhkannya.
Saat mengerjakan PR, kadang anak menemui soal yang sulit untuk dikerjakannya. Coba berikan bantuan saat ia membutuhkannya dengan cara menjelaskan bagaimana untuk menyelesaikan soal tersebut, walau tanpa diminta. (Karena ada anak yang merasa PD bisa mengerjakan sendiri dan ternyata jawabannya kurang tepat). Dengan begitu, anak dapat mengetahui bagaimana cara mengerjakannya tanpa harus terjebak di soal yang sulit.

Masih banyak hal yang harus kita pelajari lagi, walaupun kini kita telah jadi orangtua. Jadi…., mari membuka cakarawala baru untuk menjadi orangtua yang senang belajar bersama anak. Semoga bermanfaat …..^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s