Ibu…, Sekolah Pertama Untuk Sang Buah Hati

Tidak ada sekolah yang terindah selain di rumah. Ya, sebenarnya sekolah yang sesungguhnya adalah di rumah, karena dari rumahlah, pertama kali seeorang anak mengenal bahasa, seorang anak mengenal arti cinta dan berbagi, serta bagaimana mereka bersikap adalah hasil dari pembelajaran dari rumah.

Dalam suatu pertemuan dengan orang tua dan guru, suatu hari aku menjadi pendengar, dan dalam sebuah dialog, ada seorang ibu yang mengungkapkan seperti ini : “Pak, saya ini ibu yang bekerja, dan saya sudah menyerahkan seluruhnya kepada sekolah dan saya sudah memenuhi semua administrasi sekolah ini tanpa pernah sekalipun saya terlambat atau terlupa, jadi tolonglah anak-anak…, ketika pulang jangan bebani mereka lagi dengan PR, karena saya tak ada waktu menemani mereka buat PR.

Masya ALLAH, seringkali orangtua lupa, bahwa sebenarnya tugas mendidik adalah ditangan orangtua. Sekolah hanyalah membantu suatu proses pendidikan yang terbingkai aturan dan bersifat formal, dan sesungguhnya pengajaran dan pendidikan yang utama adalah dari seorang ibu : al madrastul ummahat; pendidikan yang utama adalah dari seorang ibu.

Siapakah didunia ini makhluk yang paling sayang pada anaknya? Siapakah di dunia ini orang yang paling tahu mengenai sifat anaknya, kesukaan anaknya dan juga kebiasaan anaknya? Semuanya adalah ibu, dia yang paling kenal anaknya, setelah 9 bulan dalam kandungan, melekat bersama dan kemana–mana dibawa, bahkan ke kamar mandi sekalipun. Tentu saja setelah lahirpun, anak-anak tetap mengenali ibunya sebagai bagian terdekat dalam hidupnya setelah dirinya sendiri.

Maka…, untuk anda dan saya sendiri sebagai seorang Ibu, memang sangat berat menjaga amanah dari Alloh untuk mendidik dan membesarkannya.  Kita harus selalu mau belajar tentang masalah pendidikan anak-anak. Kiranya… kita perlu sekolah khusus untuk para orangtua terutama Ibu. Karena Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya.

One response to “Ibu…, Sekolah Pertama Untuk Sang Buah Hati

  1. Wah…, tulisan yang bagus nih!
    Jadi ingat sama ibu. Dengan 7 anak, pastinya repot sekali membesarkan dan mendidik kami anak-anaknya.
    Terimakasih ya….Ibu….. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s