KETIKA IBU HARUS BEKERJA DI LUAR RUMAH

Sebagai seorang wanita yang mandiri, pasti merasa bangga ketika bisa memiliki penghasilan sendiri. Biasanya, diawali niat untuk membantu suami mencari tambahan penghasilan keluarga. Karena tuntutan biaya hidup yang harus dipenuhi, membuat para Ibu turun tangan membantu para Ayah.

Padahal tidak mudah bagi Ibu untuk bekerja di luar rumah. Karena sudah begitu banyak beban tanggung jawab yang dipikul seorang Ibu. Selain harus mengurus pekerjaan rumah tangga dan melayani suami dengan baik, juga harus mengasuh dan mendidik anak-anak yang diamanahkan Alloh SWT. Pasti ada yang harus di korbankan. Dalam artian, mungkin kadarnya yang pasti jadi berkurang karena perhatian Ibu terbagi dengan urusan bekerja di luar rumah.

Perasaan dilematis akan dialami sang Ibu, disaat anaknya masih membutuhkan pengasuhan ekstra dan air susu ibu (ASI). Akhirnya hak anak untuk mendapat ASI eksklusif juga dikorbankan. Banyak para Ibu yang terpaksa mengganti ASI dengan susu formula, disaat Ibu bekerja. Ada juga Ibu yang bisa menyisihkan waktu untuk memerah ASI saat bekerja dan menyimpannya di lemari es untuk kemudian diberikan kepada anaknya pada jam istirahat atau setelah pulang bekerja.

Dengan Ibu bekerja dan mendapat penghasilan, jelas menambah pendapatan dan pengeluaran keluarga. Apalagi jika  harus menggunakan jasa pengasuh atau pembantu di rumah. Jika baru memiliki 1 atau 2 anak dengan jarak usia yang cukup jauh, mungkin masih bisa ditangani dengan bantuan orangtua atau saudara.

Mencari sosok pengasuh atau pembantu yang amanah, tidaklah mudah. Orangtua harus benar-benar selektif dan jangan mudah percaya begitu saja. Terus awasi diam-diam, dan harus jeli dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada anak. Jangan sampai anak-anak yang jadi korban kelalaian orangtua.

Ibu yang bekerja, harus pintar membagi waktu untuk keluarga dan urusan kantor. Juga memerlukan tenaga ekstra untuk bisa memberi perhatian pada suami dan anak-anak. Apalagi jika di kantor sedang sibuk sekali dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dengan batas waktu yang telah ditentukan. Otomatis, ketika sampai di rumah, kondisi Ibu sudah sangat lelah. Sedangkan anak-anak masih memerlukan perhatian Ibu. Misalnya saja, mereka ingin main bersama di sore hari sambil disuapi makanan.

Banyak juga para Ibu yang bekerja di luar rumah, tidak sempat berinteraksi dengan para tetangga. Bahkan ada yang sampai tidak kenal tetangganya. Sehingga kurang harmonis dengan tetangga.

Belum lagi jika terjadi konflik di tempat kerja dan di dalam keluarga. Ufff….., tambah berat beban psikologis yang dialami Ibu.

Semua ini mungkin tidak harus terjadi jika seorang Ibu melakukan aktivitas rumah tangga saja. Karena menjadi ibu rumah tangga saja sudah menyita tenaga, apalagi ditambah aktivitas bekerja. Jadi, sungguh dibutuhkan stamina tubuh dan mental yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s