ASI DAN IBU BEKERJA

Mempunyai anak dan menyusui bagi wanita adalah kodrat yang harus diterima. Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan ASI untuk tumbuh kembangnya di masa mendatang. Bila tidak mau menyusui dari awal karena takut terjadi perubahan pada bentuk payudara miliknya, atau takut menghambat kariernya nanti, pasti akan mempengaruhi ketersediaan ASI.

Jangan heran jika ada yang mengeluhkan ASI yang sedikit dan tidak keluar. Akhirnya diganti dengan susu formula. Padahal, Ibu yang sayang pada bayinya akan melakukan apapun dan berusaha maksimal agar bayinya bisa meminum ASI sebagai asupan terbaik dari apapun juga.

Bekerja bukanlah alasan untuk tidak memberikan ASI selama 2 tahun. Memang agak sulit, tapi bukan berarti tidak bisa dan jadi alasan untuk tidak menyusui. Selama ada kemauan dan keyakinan yang kuat, pasti bisa dilakukan!!!!

Bagi para Ibu yang bekerja di luar rumah, usahakan mintalah cuti selama 3 bulan untuk melahirkan dan menyusui. Jangan dibagi dua menjadi 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Karena menyusui full selama 3 bulan jauh lebih baik.

Kira-kira 3 minggu sebelum masa cuti berakhir, biasakan bayi meminum ASI (yang sudah diperah) dengan sendok. Tapi tetap diselingi dengan langsung menghisap payudara Ibu. Ini bertujuan agar bayi terbiasa meminum ASI perasan dengan sendok, ketika Ibu kembali bekerja. Mengapa dengan sendok???

Karena pemberian dengan dot atau botol akan membuat bayi bingung dan cenderung menyukai dot daripada puting susu Ibu. Mengapa demikian?? Pada dot / botol, bayi tak perlu banyak menghisap. Berbeda dengan puting susu Ibu, yang mengharuskan bayi menghisap lebih banyak agar dapat meminum ASI yang banyak. Dengan kata lain, bayi akan jadi malas menghisap puting susu Ibu dan akhirnya menolaknya.

Pengaturan pemberian ASI saat Ibu kembali bekerja,  yaitu di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, bayi diberi ASI secara langsung dari puting susu Ibu sebanyak-banyaknya.

Pada siang hari, di kantor Ibu memerah ASI yang kanan dan yang kiri kemudian taruh di plastik dan masukkan ke dalam freezer. Jangan lupa bubuhkan tanggal dan jam pemerahan ASI.  Saat Ibu telah kembali pulang ke rumah,  ASI tetap diberikan melalui breast feeding (hisap puting susu Ibu) hingga pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Barulah di siang harinya, ASI yang kemarin diperah di kantor dan di simpan di freezer, diberikan pada bayi dengan menggunakan sendok. Setelah sebelumnya dihangatkan terlebih dahulu.

Cara menghangatkan ASI dari freezer, cukup dengan merendam di dalam mangkuk yang berisi air panas sampai ASI hangat-hangat kuku. Jangan terlalu lama merendam. Ingat, susu yang sudah dipanaskan tidak bisa di simpan lagi!!!! Jadi sesuaikan jumlah susu yang dipanaskan dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum.

Semoga bermanfaat, katakan YA untuk ASI eksklusif !!!

One response to “ASI DAN IBU BEKERJA

  1. Ping-balik: KETIKA IBU HARUS BEKERJA DI LUAR RUMAH | GALERI SRIENEVI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s