Galeri

Anak Balita Diajari Ca-Lis-Tung, Bolehkah…?

Alhamdulillah…, Azka sekarang sudah ikut sekolah di PAUD di dekat rumah kami. Bahkan sang adik yaitu Fakhri (3 tahun), semangat ikut tetehnya sekolah. Tapi…., ada yang membuat saya sebagai orangtua jadi tak nyaman. Yaitu tentang metode yang hampir sama dengan kurikulum TK.

Aku khawatir…., anak-anakku jadi tertekan atau nanti saat masuk TK sudah jenuh dengan metode belajarnya.

Sejak awal, saya sudah memutuskan untuk tidak mengajarkan baca ke anak-anak sebelum masuk usia TK yaitu 5 tahun, karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, cerita dari (teman-teman) yang pernah di Jerman, katanya di sana mengajarkan baca ke anak di bawah 6 thn dianggap sebagai bentuk kekerasan kepada anak. Seorang teman yang psikolog juga bilang demikian. Dan banyak sumber lainnya.

Tapi, melihat sebagian anak-anak yang sudah bisa baca saat baru masuk TK, dan tuntutan sekolah SDIT yang mewajibkan calon siswanya sudah bisa calistung (baca-tulis-hitung), membuat keyakinan saya jadi goyah. Lalu, saya diskusi juga dengan seorang teman guru, katanya yang penting metodenya menyenangkan. Duh, gimana nih…?

Akhirnya, hari ini menemukan jawabannya:

Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena ‘Mental Hectic’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena ‘Mental Hectic’.

”Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada ‘khittah’ (asal)-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.

Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ”Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,”  jelas Sudjarwo.

Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ”Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,” cetusnya.

Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ”Jadi tidak main-main itu, ada namanya ‘mental hectic’, anak bisa menjadi pemberontak,” tegas dia.

Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009. ”SK nya sudah keluar, jadi jangan sembarangan memberikan pelajaran calistung,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut, kata Sudjarwo, telah dilakukan melalui berbagai pertemuan di tingkat kabupaten dan provinsi.  Maka Sudjarwo sangat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti komitmen pusat untuk mengembalikan PAUD pada jalurnya. ”Paling penting pemda dapat melakukan tindak lanjutnya,” jawabnya.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/07/18/125274-balita-diajarkan-calistung-saat-sd-potensi-terkena-mental-hectic

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s